Vampir A : “Pagi temen-temen pada ngapain nih?”
Vampir B : "Aku kangen ma kalian.”
Vampir C : ”Iya, aku juga kangen ma kalian semua.”
Sister : ”Ya lagi belajar buat uan dong.”
Vampir A : ”Upss, iya ya aku bisa lupa belajar.”
Vampir B : ”Ah kamu tu uda biasa lupa.”
Sister : ”Kalau kamu mpir C?”
Vampir C : ”Aku uda belajar, tapi aku masih grogi.”
Vampir B : ”Padahal waktunya kurang 3 hari.”
Sister : ”Iya, aku juga bingung. Takut kurang mantap belajarnya.”
Chocho : ”Hai semua, kok wajah kalian pada kusut gitu sih?”
Sister : ”Kita itu lagi mikir ujian akhir nasional.”
Vampir A : ”Ngapain dipikir sih. Kayak aku gini lho nyantai.”
Chocho : “Yhe kamu tuh emang gak pernah peduli ma ujian. Ntar gak lulus baru tahu
rasa kamu.”
Vampir A : “Jangan do’a kayak gitu dong, aku kan cuma mendinginkan suasana.”
Vampir B : “Itu namanya bukan mendinginkan. Tapi bikin suasana tambah kacau.”
Vampir C : “Yapt bener, aku setuju ma kamu.”
Vampir A : “Yaudah kalau merasa terganggu, ganti topik aja. Biar suasananya gak
tambah panas.”
Chocho : “Aku juga suntuk mikir ujian terus-terusan.”
Sister : “Ntar kalian pulang sekolah mau kemana?”
Chocho : “Aku sih mau bantu nyokapku belanja buat ntar malam.”
Vampir C : “Aku pulang lagsung belajar.”
Vampir B : “Aku sama kayak mpir C.”
Vampir A : “Hmm... Aku..Aku..Aku..”
Sister : “Mau Main? Tambah sipp aja. Siap-siap gak lulus lho ya!”
Vampir A : “Gak kok, aku mau bantu ayahku.”
Chocho : “Bohong lo, uda kelihatan dari muka lo.”
Vampir A : “Gak kok, This is real this is me...”
Sister : “Yhe tambah nyanyi.”
Vampir A : “Biarin yang penting happy.”
(Semuanya tertawa)
Vampir B : “Eh aku ma mpir C masuk kelas dulu ya, mrs. Dee uda msuk.”
Sister : “Yaudah, sana gih.”
Chocho : “Aku juga mau masuk kelas.”
Vampir A : “Gue juga ikut.”
Sister : “Eh, aku gimana? Kok ditinggal sendiri? He tunggu aku!!”
Ternyata yang dikatakan Vampir B benar. Mrs. Dee guru bahasa Indonesia mereka tiba di kelas Strawbery.
Mrs. Dee : “Pagi anak-anak. Gimana persiapan kalian untuk ujian?”
Vampir B : “Gak tahu bu.”
Mrs. Dee : “Kok gak tahu si?”
Vampir C : “Aku belum siap bu.”
Mrs. Dee : “Siap atau gak siap kalian harus siap, waktunya kurang 3 hari lagi.”
Semuanya : “Ya bu.”
Mrs. Dee : “Oke sekarang kita lanjutkan materi yang kemarin. Buka buku kitab kalian
halaman 4. Kerjakan sebisa kalian tanpa melihat teman kanan, kiri, belakang,
ataupun depan.”
Di kelas Coklat.....
Chocho : “Gurunya kok belum datang ya?”
Vampir A : “Mainan dulu yuk.”
Chocho : “Ah kamu itu sukanya main melulu.”
Vampir A : “Biarin yang penting happy. Dari pada sedih.”
Chocho : “Ah terserah de. Tapi aku gak mau mainan. Kayak anak kecil aja.”
(Vampir A cemberut)
Di kelas Vanila.....
Sister : “Aduh sepi gak ada temen-temen.”
Brother : “Hai Sister, kamu gak belajar?”
Sister : “Gak ah, lagi males. Lagian gurunya kemana sih kok gak muncul dari tadi.”
Brother : “Gurunya rapat mungkin. Yang masuk kelas cuma mrs. Dee.”
Sister : “Allhamdulillah.” (Katanya dalam hati)
Sister : “Yaudah sana balik ke tempatmu, aku mau sendiri.”
Brother : “Ih, jahat banget sih lo.”
Sister : “Udah de, kamu tu di sini cuma ngerepoti aja.”
Pulang sekolah...
Teeeetttt....
Teeeeeetttttt.....
Semuanya keluar dari kelas masing-masing.
Vampir A : “Sis, kenapa wajahmu kayak gitu.”
Sister : “Tadi kelasku gak ada gurunya, trus si Brother yang resek itu bikin aku kesel.”
Chocho : “Bikin kesel atau bikin kesel?”
Sister : “Kamu tu ya kalau dikasih tau memang gak pernah percaya.”
Vampir C : “Udah de, kasihan Sisternya.”
Vampir B : “Ayo pulang!”
Chocho : “Eh sis, aku main ke rumahmu ya!”
Sister : “Lho katanya tadi mau bantuin nyokap lo.”
Chocho : “Barusan nyokap gue telepon, katanya udah ditemenin ma adek gue.”
Sister : “Oh yaudah, yuk.”
Vampir A : “Eh kalau gitu kita bertiga pulang dulu ya.”
Chocho : “Yaudah bye!”
(Sambil jalan, Sister dan Chocho berbincang-bincang)
Chocho : “Eh aku gak ngerepotin kamu kan?”
Sister : “Gak kok, nyantai aja. Kebetulan orang tuaku pada kerja dan adekku biasa,
main ke rumah temannya.”
Chocho : “Oh, sepi dong.”
(Sister hanya mengangguk)
Di rumah Sister
Chocho : “Eh belajar bareng yuk.”
Sister : “Kamu semangat banget sih belajarnya.”
Chocho : “Iya dong, kan aku pengen lulus ujian dengan danem yang bagus.”
Sister : “Wah bangga aku punya teman kayak kamu uda rajin, baik, pintar lagi.”
Chocho : “Baru tahu?”
Sister : “Ah kamu itu kalau dipuji mesti besar kepala.”
Mereka tertawa terbahak-bahak. Setelah 2 jam kemudian Chocho dijemput mamanya (Mama Lia).
Malam hari Chocho berada di kamar terus-menerus. Ia berbaring kesakitan di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba mamanya memanggil Chocho.
Mama Lia : “Chocho, ayo makan.” (Teriak mama Chocho dari lantai bawah)
Chocho : “Bentar ma, Chocho lagi sakit perut.”
Mama Lia : “Bi bawain obat ke kamarnya Chocho ya.”
Bibi : “Baik nyonya.”
Beberapa saat kemudian....
Chocho : “Bi perutku kok masih sakit ya.”
Bibi : “Sabar mas, nanti juga sembuh.”
Chocho : “Kalau gitu Chocho gak makan. Bilang sama mama ya bi, Chocho langsung
tidur aja.”
Bibi : “Baik mas, obat sama minumnya saya taruh di sini ya mas.”
Chocho : “Iya, makasih bi.”
Pagi hari, Mama Lia menghampiri kamar Chocho. Lalu membuka Jendela kamar Chocho dan membangunkannya. Tapi sakit yang dirasakan Chocho semalam tidak hilang, justru bertambah.
Mama Lia : “Gimana, perutnya masih sakit?”
Chocho : “Iya ma, kayaknya hari ini aku gak bisa masuk sekolah.”
Mama Lia : “Yaudah gak papa, biar mama yang buat surat.”
Chocho : “Makasih ya ma. Oh iya, tolong kasih tahu ke teman-teman Chocho ya ma.”
Mama Lia : “Iya Chocho. Kalau nanti siang masih sakit, kita ke dokter ya.”
Chocho : “Iya ma.”
Di sekolah....
Sister : “Eh hari ini Chocho gak masuk sekolah ya.”
Vampir A : “Iya ini suratnya.”
Vampir C : “Emangnya dia sakit apa?”
Sister : “Sakit perut ari tadi malam.”
Vampir B : “Eh kamu kok tahu semua yang di lakukan, dirasakan Chocho?”
Sister : “Cuma kebetulan aja. Tadi pagi nyokapnya telepon aku.”
3 Vampir : “Owww...”
Sister : “Nanti pulang sekolah kita jenguk dia yuk!”
Vampir B : “Wah ide bagus tu.”
Sister : “Eh ke kantin yuk. abis gitu kita ke rumahnya Chocho.”
Vampir A : “ayu!”
Vampir B : “Let’s Go!!!”
Vampir C : “Kayaknya aku gak beli deh, perutku kenyang.”
Vampir B : “Aku mau pesan bakso aja.”
Sister : “Aku juga bakso.”
Vampir A : “Yaudah aku tinggal pesan dulu.”
Sister : “Kasian banget Chocho, sakit saat ujian mau tiba.”
Vampir C : “Aku juga kasian sama dia. By the way, kemarin kan Chocho ke rumahmu.
Emangnya kamu kasih apa?”
Sister : “Gak aku kasih apa-apa kok.”
Vampir B : “Bener?”
Sister : “Iya, kenapa kalian gak percaya gitu ma aku?”
Vampir B : “Bukannya gak percaya.”
Vampir C : “Kita itu cuma mau ngecek aja. Mungkin aja dia sakit waktu di rumahmu.”
Sister : “Kan tadi uda gue bilang. Dia itu sakitnya malam.”
Vampir B : “Iya juga sih.”
Vampir A : “Makanan datang. Ayo makan!”
Vampir B : “Hmmm. Enak banget. Akhirnya habis juga.”
Sister : “Dasar tukang rakus.”
Vampir C : “Namanya juga vampir.”
Vampir B : “Namamu kan juga vampir.”
Vampir C : “Laiya, aku kan kasih tahu ke Sister. 3 Vampir ini sukanya makan. Jadi kalau
makan pasti cepat.”
Vampir A : “Soalnya kita itu gampang lapar.”
Sister : “Yaudah kalau gitu sekarang kita ke rumah Chocho.”
Vampir C : “Let’s Go FrienDd!!!!”
Setelah pulang sekolah mereka langsung kerumah Chocho tanpa membawa apa-apa. Setiba di kamar Chocho.....
Sister : “Hai Cho, udah sembuh?”
Chocho : “Belum. Ini aja aku mau ke rumah sakit.”
Vampir C : “Berarti kita ke sini gak tepat waktunya dong.”
Chocho : “Gak kok. Mungkin nanti aja aku ke rumah sakit.”
Vampir B : “Kalau kamu mau ke rumah sakit sekarang juga gak papa. Kita berempat
pulang.”
Sister : “Hah kita berempat? Lo aja kali’ gue enggak.”
Vampir A : “Wkwkwkwkwkwkwkwk.....”
Vampir B : “Gak lucu!”
Chocho : “Ih, gitu aja udah cemberut.”
Sister : “Kalian bertiga ni kayak anak kecil aja. Vampir kecil!!!”
Vampir C : “Udah ah, malu-maluin aja di rumah orang bertengkar. Ayo kita pulang! Besok
aja kita ke sini lagi.”
Sister : “Kita pulang du...”
3 Vampir : “Kita? Lo aja kali’ “
Chocho : “Hahahahaha...”
Sister : “Argh, whateverlah. Kita pulang dulu ya. Besok kita balik lagi kesini.”
Vampir A : “Cepat sembuh ya frend.”
Besoknya jam 8 pagi....
Tiing.. Toong..
Tiing.. Toong..
Sister : “Permisi bi, Chochonya ada?”
Bibi : “Mas Chocho barusan aja ke rumah sakit, penyakitnya kambuh.”
Sister : “Makasih bi. Sister pergi dulu.”
Sister langsung memberi tahu ketiga teman vampirnya dan ia langsung cepat-cepat ke rumah sakit. Wajah Sister saat itu terlihat sangat sedih.
Sister : “Mbak, pasien yang bernama Chocho di kamar berapa ya? Dia barusan saja
masuk.”
Resepsionis : “Di kamar Flamboyan nomor 4.”
Sister : “Makasih mbak.”
Resepsionis : “Sama-sama.”
(Sister menelpon Vampir C)
Sister : “Halo! Eh buruan ke rumah sakit. Chocho di kamar Flamboyan nomor 4. Kasih
tahu ke teman-temanmu.”
Vampir C : “Iya, gue sama teman-teman juga buru-buru. Udah di jalan kok.”
Sister : “Ok!! Aku tunggu di kamarnya Chocho.”
Vampir C : “Sipph!!”
Tookk..Tokk...Tokk...
Sister : “Permisi.”
Mama Lia : “Iya, silahkan masuk! Eh Sister. Kok tahu kalo Chocho dirumah sakit?”
Sister : “Tadi mampir ke rumah, eh kata bibi Chocho di rumah sakit.”
Mama Lia : “Oww gitu, sendirian?”
Sister : “Iya tante, teman-teman masih dalam perjalanan.”
Mama Lia : “Duduk dulu nak Sister. Chocho masih barusan tidur.”
Sister : “Oh iya gak papa kok tante. Sekalian nunggu teman-teman dulu.
Kayaknya anak-anak udah di depan kamar tante.”
Mama Lia : “Suruh masuk aja.”
Vampir A : “Permisi tante.”
Vampir B : “Pagi tante!”
Vampir C : “Gimana Chochonya tante?”
Mama Lia : “Alhamdulillah baik, meskipun penyakitnya gak parah.”
Sister : “Emangnya Chocho kena penyakit apa tante?”
Mama Lia : “Sejak kelas 3 SMP awal, dia terkena penyakit asma dan sesak nafas.”
Vampir C : “Wah kasihan juga Chocho.”
Vampir B : “Moga cepat sembuh ya.”
Vampir A : “Chochonya tidur dari tadi tante?”
Mama Lia : “Iya. Tante juga bingung, padahal ujiannya bentar lagi.”
Sister : “Iya tante, wah besok siap atau gak siap kita harus siap.”
Vampir A : “Emangnya kalian udah belajar?”
Vampir B : “Udah lah, emangnya elo!!!”
Vampir A : “Ih, jahat banget.”
Sister : “Udah gak usah bertengkar, gak tau kalau di rumah sakit ya?”
Vampir C : “Dari pada ganggu lebih baik kita pulang dulu, biar Chochonya istirahat.”
Sister : “Yaudah kalau gitu kita pamit pulang dulu tante. Masih harus banyak belajar.
Semoga Chocho cepat sembuh ya tante.”
Mama Lia : “Amien. Tetap semangat ya besok!”
3 Vampir : “Pasti tante.”
Sister : “Kami pulang dulu tante, permisi.”
Mama Lia : “Iya, terima kasih ya udah njenguk Chocho.”
Vampir B : “Sama-sama tante.”
Sister : “Eh kalian abis gini langsung belajar ta?”
Vampir C : “Iyalah.”
Sister : “Aku takut besok aku gak bisa ngerjain ujiannya.”
Vampir B : “Jangan gitu dulu. Kita harus tetap semangat.”
Sister : “Aku senang punya teman seperti kalian.”
(Mereka berpelukan)
Sister : “Gue balik duluan ya, sampai ketemu besok.”
Vampir A : “Bye Sister.”
Vampir B : “Sukses!!”
Vampir C : “Caiioo Frend..”
Sister : “We can do the best for it.”
3 Vampir : “Yesss!!!!”
Senin pagi mereka bangun pagi sekali. Kemudian mereka ke sekolah dan secara tidak disengaja, mereka tiba secara bersamaan. Meskipun rumah mereka saling berjauhan. Tapi saat itu Chocho lagi bersembunyi untuk memberi surprize kepada teman-temannya.
Sister : “Pagi teman-teman!”
Vampir B : “Pagi juga.”
Vampir A : “Hari ini Chocho masuk gak ya?”
Vampir C : “Semoga aja dia masuk, kasihan dia uan malah gak masuk.”
Chocho : “Surprize!!!”
Semua : “Chocho!!!!!”
Sister : “Cho kamu udah boleh masuk? Kita semua kangen sama kamu.”
Chocho : “Aku juga kangen sama kalian. Gimana kabar kalian?”
Vampir A : “Baik-baik aja.”
Vampir C : “Kamu udah benar-benar sembuh?”
Chocho : “Belum sih, tapi aku gak betah dirumah sakit. Aku selalu kepikiran uan.”
Sister : “Wah kamu itu orang yang kuat ya.”
Chocho : “Baru tahu?”
Vampir B : “Eh abiz gini kita masuk, berdo’a bersama-sama yuk.”
Sister : “Cho, kamu yang mimpin do’a ya!”
Chocho : “Tuhan hari ini kita ujian akhir nasional. Kita berharap bisa mendapat danem
yang tinggi. Tuhan, beri kita semangat untuk mengerjakan soal nanti. Permudahkan soal uannya. Bantulah kami Tuhan.”
Semua : “Amien!!”
Sister : “Sukses untuk kita!!”
Chocho : “We can do the best for it!!”
3 Vampir : “We can do it.”
Mereka meletakkan tangannya ditengah-tengah sambil mengucapkan...
Semua : “Go!! Yess!!”
Sister : “Yuk kita masuk ke kelas. Sukses buat semuanya.”
Chocho : “Yuk! Ke mading dulu ya!”
Sister : “Duluan ya.”
Vampir C : “Eh yuk masuk kelas.”
Vampir A : “Tapi lihat kelasnya dulu dimading.”
Vampir C : “Oh iya. Lupa!!”
Vampir B : “Lupa kok terus.”
Vampir C : “Hehehehehe...”
Mereka semua menuju ke mading sekolah untuk melihat daftar kelasnya. Sister satu kelas dengan Chocho dan Brother. Dan tiga vampir itu satu kelas.
Sister : “Wah tenyata kita satu kelas. Yuk ke kelas.”
Brother : “ Hai Sister, hai Chocho! Ternyata kita se-kelas ya.”
Chocho : “Iya, kamu mau ikut kita ke kelas?”
Brother : “Boleh tu. Yuk!!”
Vampir A : “Eh kamu di kelas apa?”
Vampir C : “Gue di kelas B sama Vampir B.”
Vampir A : “Wah sama dong, gue juga dikelas B.”
Vampir B : “Mimpi apa gue semalem kok bisa satu kelas ma dia?”
Vampir A : “Mimpiin gue ya?”
Vampir B : “Ih, ge.er banget lo, yuk kita kekelas.”
Vampir A : “Eh tunggu kok guwe gak diajak.”
Vampir C : “Emangnya siapa yang ngajak elo.”
Vampir B & C : “Hahahahaha... Emangnya enak.”
Sister, Brother, dan Chocho masuk kekelas A. Sedangkan Ketiga vampir itu masuk ke kelas B. Mrs. Dee menjaga kelas A dan Mrs. Lee menjaga kelas B. Mrs. Lee adalah guru baru di sekolah mereka. Jadi ketiga vampir itu tidak bisa mencontek temannya, karena penjagaannya sangat ketat dan jika mencontek hukumannya sangat berat. Sedangkan di kelas A Chocho tidak pernah mencontek, Sister bisa menjawab semuanya, dan Brother menggunakan caranya sendiri jika ia tidak bisa mengerjakan soal tersebut. Dari jawaban a, b, c, d, e mana yang terkena matahari itulah jawabannya. Jadi ketiga siswa itu tidak mencontek saat mengerjakan uan.
Setelah ujian mereka keluar dari kelas masing-masing. Siswa dari kelas A keluar secara santai. Dan siswa yang keluar dari kelas B sebagian terlihat terengah-engah dan sebagian terlihat secara santai. Ketiga vampir itu keluar dengan muka kusut. Mereka takut tidak lulus. Padahal tidak biasanya mereka tidak mencontek.
Sister : “Gimana tadi? Bisa gak ngerjainnya?”
Vampir A : “Aduh, gue gak bisa nyontek. Gurunya serem banget.”
Vampir C : “Iya, gue juga takut banget.”
Brother : “Kalau kita seperti biasa dijaga sama Mrs. Dee.”
Chocho : “Siapa nama guru baru itu?”
Vampir B : “Namanya Mrs. Lee.”
Chocho : “Orang itu gak kreatif banget sih, namanya hampir kayak Mrs. Dee.”
Vampir A : “Udah ah, gue uda males bahas soal tadi. Cuma bisa bikin pusing doang.”
Sister : “Yuk kita pulang.”
Brother : “Hah pulang?”
Chocho : “Iya, nyantai aja dong bro. Kamu mau ikut kita pulang bersama-sama?”
Brother : “Boleh kalau gak keberatan.”
Sister : “Gue keberatan. Lagian elo kan biasanya dijemput.”
Brother : “Iya tapi kali ini aku pulang sendiri, sopir gue pulang. Jadinya gak ada yang
jemput.”
Vampir B : “Udahlah gak papa dia ikut kita. Lagian kn kasihan dia di sini sendirian.”
Sister : “Yaudah deh. Eh inget, ini pertama dan terakhir kalinya elo bareng sama kita.”
Brother : “Iya deh, lagian bentar lagi juga lulus.”
Vampir C : “Iya kalau lulus.”
Brother : “Mudah-mudahan aja lulus.”
Selama 4 hari ini mereka berenam ujian akhir nasional. Senin minggu besoknya danem mereka akan keluar. Kemungkinan diantara mereka ada yang tidak lulus. Dan itu akan menjadi kabar buruk bagi teman-temannya.
Sister : “Eh akhirnya danemku keluar juga.”
Chocho : “Seneng de rasanya.”
Vampir A : “Senep kalau gak lulus.”
Vampir B : “Perasaanku kok jadi gak enak gini, kayaknya ada kabar buruk hari ini.’
Sister : “Jangan gitu dulu.”
Vampir C : “Lagian itu cuma perasaan doang. Jadi gak ada yang ditakuti kan.”
Chocho : “Yaudah, lebih baik sekarang kita lihat danem masing-masing.”
Vampir B : “Oke, Let’s go.”
Chocho : “Yes, gue lulus!”
Sister : “Gue juga. Lo kenapa mpir A?”
Vampir A : “Gue gak lulus.”
Vampir B : “Gue juga gak lulus.”
Vampir C : “Lho kok bisa. Mungkin kamu salah lihat.”
Vampir B : “Gue bener lihatnya. Coba lo cek sendiri.”
Vampir C : “Iya datanya bener. Dan perasaanmu tadi bener. Jadi...”
Vampir A : “Jadi gue ngulang satu tahun lagi sama mpir B.”
Chocho : “Kalian sih tengkar terus. Ya mungkin ini akibatnya.”
Brother : “Hai semua. Lulus semua ya?”
Sister : “Ngapain lo kesini bikin suasana tambah panas aja.”
Brother : “Biarin, emangnya gue kesini buat elo. Eh dua vampir ini napa nangis?”
Vampir B : “Kita gak lulus.”
Brother : “Apa? Kalian beneran?”
Sister : “Iya bener. Emangnya kamu mau nertawain mereka?”
Brother : “Bisa gak sih kali ini aja lo gak sinisin gue. Gue tu paling gak suka lihat
teman gue kesusahaan. Jadi lebih baik elo diem. Okey!!”
Chocho : “Udah kalian gak boleh pantang mundur. Ya mungkin kebiasaan kalian
mencontek harus ditinggalkan. Terutama elo mpir A, kamu harus rajin belajar
agar kamu bisa dapat nilai dan danem yang bagus. Apa kamu langsung kasih
tahu orang tua kamu?”
Vampir A : “Belum. Gue gak berani.”
Vampir B : “Gue juga gak berani. Bisa bantuin kita berdua gak?”
Chocho : “Bisa kok. Nanti kita kerumah kalian berdua.”
Vampir C : “Udah ya jangan sedih sama nangis terus. Gue jadi ikutan nangis nih.”
Vampir A : “Makasih ya, kalian peduli dan baik banget sama kita berdua.”
Chocho : “Namanya juga sahabat, pastinya menolong teman kita kapanpun dan
dimanapun.”
Vampir A : “Yaudah sekarang gue janji harus belajar terus dan tidak boleh mainan.”
Vampir B : “Gue juga harus belajar lebih giat lagi.”
Chocho : “Nah gitu dong.”
Vampir C : “Jangan pantang mundur ya!”
Rabu, April 29, 2009
Rabu, April 15, 2009
Contoh Menjadi Seorang Presenter
Assalamu' alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pagi teman-teman, kok pada gak semangat gitu sih? Kan masih pagi. Pada belum sarapan ya? Pantesan aja kok pada lemas... Hehehehe....
Aku tanya sekali lagi tapi harus jawab yang kompak ya!!!
Apa kabar semua??
Wow, wonderfull. Gitu dong, kan jadi lebih seru. Hari ini siswa kita pada oke-oke gitu. Wah pastinya nanti acaranya juga bakalan seru dong.
Ok! Saya Ferina Riza dan Partner saya Ayu Larasati akan membacakan jadwal pensi 2009 ini.
Silahkan mbak Ayu untuk membacakan susunan acaranya.
Mumpung masih pagi dan masih semangat, enaknya kita kasih lagu yang semangat aja ya yu!! Gimana menurutmu?
Oke!!
Biar gak lama, kita sambut band D'Pasif dengan lagu "Beraksi". Tepuk tangan dong!!!
Gimana tadi bandnya, seru gak?? Kalau kurang seru, kita tambahkan lagi band yang lebih meriah. Kita sambut band Superdhe dengan lagu "Wonder woman".
Wah kedua lagu tadi bagus-bagus ya yu?
Bener, apalagi gayanya tadi. Hmm, pada ngerock semua. Nah karena tadi masih band pembukaan, sekarang kita kasih sambutan-sambutan dulu. Baru kita lanjut lagi nyanyinya..
Sambutan pertama oleh bapak Kepala sekolah, kepada bapak Isa Iskandar kami persilahkan...
Sambutan kedua oleh ketua pelaksana pensi ini, untuk mbak Heidiana segera naik ke atas panggung.
Nggak pada bosen kan? Kalau gitu kita lanjutkan acara ini dengan band ke 3. Band ini kayaknya gak punya nama deh yu.
Iya bener tu fer. Wah aneh banged ya! Yaudah kita sambut band Unknown dengan lagunya "Dengarkan Curhatku"
Fer kayaknya tadi lagu terbaru dari band yang terbaru juga deh. Siapa namanya?
Vierra. Ah, gitu aja gak tahu.
Tapi lagunya enak juga ya fer.
Yaiyalah, tapi liriknya gitu-gitu aja. Diulangii terus!!
Eh, kita kok ngcemes sendiri. Penontonnya banyak tuh.
wah kamu sih ngajak aku ngomong terus
eh kayaknya hari makin siang nei.
panas pula !!
ya emang kota kita nei slalu panas.
Yaudalah, yang penting kita nikmati.
Temen-temen setelah ini kita akan mengadakan games yang gak kalah serunya.
aku bacain peraturan gamenya ya !!
1. satu kelompok terdiri dari 2 orang.
2. Kemudian keduanya saling berdandan secantik dan sekeren mungkin.
3. tidak boleh merias sendiri. Harus diriasi teman sekelompoknya.
4. Harus menutup mata.
5. Tidak boleh menyuruh-menyuruh. Jadi terserah temannya mau merias seperti apa.
kayaknya itu aja deh...
langsung aja siapa yang mau maju??
Oke, kalian berempat nih kan udah jadi peserta games kali ini. Nah sekarang sut dulu siapa yang akan jadi perias dan yang diriasi.
1.2.3...
Waktunya cuma 1 menit. Dimulai dari sekarang.
The time is over..
Siapa teman-teman yang paling keren?
Kok pada ndukung dimas sih??
Mana yang milih Nimas??
Kayaknya imbang de pendukungnya. Enaknya capa yang menang ya?
Oke langsung aja kita pilih. Yang menjadi juaranya Dimas !!!
Nih hadiahnya. Selamat ya.
Oke bagi kalian yang kurang beruntung, tetap semangat yho.
Waduh. Aku kok gak capek2 ya??
Kebanyaan tenaga kamu ntu.
Yaudah deh. Mungkin terik matahari makin panas.
Gak usah lama-lama. Kita tutup acara ini dengan penampilan band terakhir. Band D' Rainbow. Kami berdua pamit mundur dulu. Assalamu'alaikum Wr. wb.
Selamat siang dan sampai jumpa
temen- temen maaf ya isinya tak persingkat karena waktunya mepet.
makasih udah bca isinya.
Pagi teman-teman, kok pada gak semangat gitu sih? Kan masih pagi. Pada belum sarapan ya? Pantesan aja kok pada lemas... Hehehehe....
Aku tanya sekali lagi tapi harus jawab yang kompak ya!!!
Apa kabar semua??
Wow, wonderfull. Gitu dong, kan jadi lebih seru. Hari ini siswa kita pada oke-oke gitu. Wah pastinya nanti acaranya juga bakalan seru dong.
Ok! Saya Ferina Riza dan Partner saya Ayu Larasati akan membacakan jadwal pensi 2009 ini.
Silahkan mbak Ayu untuk membacakan susunan acaranya.
Mumpung masih pagi dan masih semangat, enaknya kita kasih lagu yang semangat aja ya yu!! Gimana menurutmu?
Oke!!
Biar gak lama, kita sambut band D'Pasif dengan lagu "Beraksi". Tepuk tangan dong!!!
Gimana tadi bandnya, seru gak?? Kalau kurang seru, kita tambahkan lagi band yang lebih meriah. Kita sambut band Superdhe dengan lagu "Wonder woman".
Wah kedua lagu tadi bagus-bagus ya yu?
Bener, apalagi gayanya tadi. Hmm, pada ngerock semua. Nah karena tadi masih band pembukaan, sekarang kita kasih sambutan-sambutan dulu. Baru kita lanjut lagi nyanyinya..
Sambutan pertama oleh bapak Kepala sekolah, kepada bapak Isa Iskandar kami persilahkan...
Sambutan kedua oleh ketua pelaksana pensi ini, untuk mbak Heidiana segera naik ke atas panggung.
Nggak pada bosen kan? Kalau gitu kita lanjutkan acara ini dengan band ke 3. Band ini kayaknya gak punya nama deh yu.
Iya bener tu fer. Wah aneh banged ya! Yaudah kita sambut band Unknown dengan lagunya "Dengarkan Curhatku"
Fer kayaknya tadi lagu terbaru dari band yang terbaru juga deh. Siapa namanya?
Vierra. Ah, gitu aja gak tahu.
Tapi lagunya enak juga ya fer.
Yaiyalah, tapi liriknya gitu-gitu aja. Diulangii terus!!
Eh, kita kok ngcemes sendiri. Penontonnya banyak tuh.
wah kamu sih ngajak aku ngomong terus
eh kayaknya hari makin siang nei.
panas pula !!
ya emang kota kita nei slalu panas.
Yaudalah, yang penting kita nikmati.
Temen-temen setelah ini kita akan mengadakan games yang gak kalah serunya.
aku bacain peraturan gamenya ya !!
1. satu kelompok terdiri dari 2 orang.
2. Kemudian keduanya saling berdandan secantik dan sekeren mungkin.
3. tidak boleh merias sendiri. Harus diriasi teman sekelompoknya.
4. Harus menutup mata.
5. Tidak boleh menyuruh-menyuruh. Jadi terserah temannya mau merias seperti apa.
kayaknya itu aja deh...
langsung aja siapa yang mau maju??
Oke, kalian berempat nih kan udah jadi peserta games kali ini. Nah sekarang sut dulu siapa yang akan jadi perias dan yang diriasi.
1.2.3...
Waktunya cuma 1 menit. Dimulai dari sekarang.
The time is over..
Siapa teman-teman yang paling keren?
Kok pada ndukung dimas sih??
Mana yang milih Nimas??
Kayaknya imbang de pendukungnya. Enaknya capa yang menang ya?
Oke langsung aja kita pilih. Yang menjadi juaranya Dimas !!!
Nih hadiahnya. Selamat ya.
Oke bagi kalian yang kurang beruntung, tetap semangat yho.
Waduh. Aku kok gak capek2 ya??
Kebanyaan tenaga kamu ntu.
Yaudah deh. Mungkin terik matahari makin panas.
Gak usah lama-lama. Kita tutup acara ini dengan penampilan band terakhir. Band D' Rainbow. Kami berdua pamit mundur dulu. Assalamu'alaikum Wr. wb.
Selamat siang dan sampai jumpa
temen- temen maaf ya isinya tak persingkat karena waktunya mepet.
makasih udah bca isinya.
Tips Menjadi Presenter
Menjadi seorang presenter sangatlah sulit. Biasanya presenter itu ada karena bakat manusia sejak kecil. Presenter tidak hanya ditayangan televisi. Tapi didalam sebuah kegiatan atau acara juga membutuhkan presenter. Namun hanya perbedaan nama saja. Jika didalam sebuah acara namanya MC. Nah disini aku akan berbagi sedikit tips tentang menjadi presenter yang baik.
Tips-tipsnya :
1. KOMUNIKASI YANG BAIK
Ini yang lebih utama dibutuhkan. Dalam pembacaan berita, si presenter harus bisa mengatur nada bicaranya. Diusahakan membacanya tidak salah, tidak gugup, tidak guyonan, pelan, dan yang paling penting yaitu jelas. Jika komunikasi baik, maka semuanya juga baik.
2. FOKUS
Fokus disini ada 2, yaitu fokus dalam pembacaan berita dan fokus di depan kamera (presenter di televisi). Usahakan mata tertuju ke kamera. Membacanya tidak gugup hanya karena ada kamera. Bisa-bisa si presenter lupa membaca beritanya.
3. WAJAH DAN TUBUH YANG MENDUKUNG
Wajah pun juga dibutuhkan. Presenter bisa terdiri atas laki-laki atau perempuan. Yang penting wajahnya bersih dan polos. Badan pun juga begitu. Si presenter harus tinggi, tidak cacat, kondisinya juga baik.
4. HUMORIS
Wah jarang lho ada presenter yang humoris. Biar sebuah acara lebih seru dan menarik, diperlukan presenter yang humoris. Karena humoris bisa mendekatkan 1 orang dengan orang yang lain. Jadi antara penonton dan presenter bisa akrab.
Kayaknya itu aja yang aku tahu. Jika kalian ingin menjadi presenter, kalian bisa kok ikutin caraku. Makasih ya bagi yang baca postingku ini....
See you....
Tips-tipsnya :
1. KOMUNIKASI YANG BAIK
Ini yang lebih utama dibutuhkan. Dalam pembacaan berita, si presenter harus bisa mengatur nada bicaranya. Diusahakan membacanya tidak salah, tidak gugup, tidak guyonan, pelan, dan yang paling penting yaitu jelas. Jika komunikasi baik, maka semuanya juga baik.
2. FOKUS
Fokus disini ada 2, yaitu fokus dalam pembacaan berita dan fokus di depan kamera (presenter di televisi). Usahakan mata tertuju ke kamera. Membacanya tidak gugup hanya karena ada kamera. Bisa-bisa si presenter lupa membaca beritanya.
3. WAJAH DAN TUBUH YANG MENDUKUNG
Wajah pun juga dibutuhkan. Presenter bisa terdiri atas laki-laki atau perempuan. Yang penting wajahnya bersih dan polos. Badan pun juga begitu. Si presenter harus tinggi, tidak cacat, kondisinya juga baik.
4. HUMORIS
Wah jarang lho ada presenter yang humoris. Biar sebuah acara lebih seru dan menarik, diperlukan presenter yang humoris. Karena humoris bisa mendekatkan 1 orang dengan orang yang lain. Jadi antara penonton dan presenter bisa akrab.
Kayaknya itu aja yang aku tahu. Jika kalian ingin menjadi presenter, kalian bisa kok ikutin caraku. Makasih ya bagi yang baca postingku ini....
See you....
Selasa, April 14, 2009
Termehek-Mehek yang Terbaik
Semakin banyaknya tayangan televisi, membawa dampak khusus buat anak-anak. Apalagi dijaman sekarang ini, banyak sekali tayangan yang menipu banyak orang. Tapi menurut aku tanyangan yang lebih baik yaitu termehek-mehek.
Apakah kalian semua pernah melihat tayangan termehek-mehek? Pastinya pernah melihat dong....
Ternyata tayangan ini bagus juga lho teman-teman. Namun banyak juga pembicaraan yang kotor dan keluar dari mulut. Meskipun sudah di sensor, tapi tetap saja kurang baik. Termehek-mehek ini bisa membantu siapa saja yang ingin mencari seseorang. Presenternya pun juga harus mempunyai banyak ide dan kesabara. Karena itu jalan untuk mendapatkan sebuah informasi. Tak sedikit tenaga yang mereka keluarkan. Tapi pada umumnya hasil yang mereka dapatkan, bisa membuahkan hasil.
Apakah kalian semua pernah melihat tayangan termehek-mehek? Pastinya pernah melihat dong....
Ternyata tayangan ini bagus juga lho teman-teman. Namun banyak juga pembicaraan yang kotor dan keluar dari mulut. Meskipun sudah di sensor, tapi tetap saja kurang baik. Termehek-mehek ini bisa membantu siapa saja yang ingin mencari seseorang. Presenternya pun juga harus mempunyai banyak ide dan kesabara. Karena itu jalan untuk mendapatkan sebuah informasi. Tak sedikit tenaga yang mereka keluarkan. Tapi pada umumnya hasil yang mereka dapatkan, bisa membuahkan hasil.
Tak jauh dari termehek-mehek, adanya lemon tea di SCTV, bisa membuat satu orang dengan satu orang lainnya bersatu. Tapi tayangan ini tentang sebuah percintaan. Ada yang melakukan pencarian ada yang tidak. Tayangan ini sebenarnya tidak cocok buat kita ataupun orang dewasa. Karena tayangan ini sama sekali tidak mendidik. Tanpa bantuan lemon tea, kita juga bisa menemukan sebuah percintaan. Namun kebanyakan orang Indonesia suka merepotkan orang lain. Dan lama-kelamaan akan menjadi malas.
Ternyata banyak sekali tayangan realita show. Dan tayangan yang bisa aku katakan baik yaitu termehek-mehek. Dan dari sini kita juga bisa mengambil banyak pelajaran.
Semua realita show itu penipu. Sekitar 100% semuanya hanya bohongan. Apa itu benar? Cari sendiri ya informasinya. Karena aku juga sama-sama gak tahu.
Hehehehehe....
Ternyata banyak sekali tayangan realita show. Dan tayangan yang bisa aku katakan baik yaitu termehek-mehek. Dan dari sini kita juga bisa mengambil banyak pelajaran.
Semua realita show itu penipu. Sekitar 100% semuanya hanya bohongan. Apa itu benar? Cari sendiri ya informasinya. Karena aku juga sama-sama gak tahu.
Hehehehehe....
Jumat, April 10, 2009
Persahabatan Seperti Kepompong
Sahabat sering dijumpai dimana-mana. Bahkan ada film yang mampu menayangkan tentang arti persahabatan. Jika kita melihat film kepompong, kita akan tertarik dan bisa mengerti tentang persahabatan. Film itu bisa membawa kita untuk menemukan banyak teman dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Persahabatan tidak selalu kemana-mana bersama atau memiliki fisik yang sama. Namun Persahabatan itu bisa dalam arti pertemanan yang tidak membeda-bedakan.
Sahabat itu bisa menunjukkan jalan yang benar dan mampu mempererat tali persaudaraan antar suku bangsa. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Contohnya, bisa berbagi pengalaman, tolong-menolong, dsb.
Tolong-menolong juga diperlukan dalam sebuah persahabatan. Kita tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain atau misal orang yang paling dekat, yaitu sahabat. Sehingga dari situ dapat disimpulkan kalau kemana-mana kita pasti membutuhkan sahabat, dan setiap orang pasti mempunyai sahabat. Tinggal kita sendiri, bagaimana bisa memahami dan mengerti arti persahabatan.
Sahabat itu bisa menunjukkan jalan yang benar dan mampu mempererat tali persaudaraan antar suku bangsa. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Contohnya, bisa berbagi pengalaman, tolong-menolong, dsb.
Tolong-menolong juga diperlukan dalam sebuah persahabatan. Kita tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain atau misal orang yang paling dekat, yaitu sahabat. Sehingga dari situ dapat disimpulkan kalau kemana-mana kita pasti membutuhkan sahabat, dan setiap orang pasti mempunyai sahabat. Tinggal kita sendiri, bagaimana bisa memahami dan mengerti arti persahabatan.
Langganan:
Postingan (Atom)
